SAMUEL ETO'O

SAMUEL ETO’O Selalu di Hati Fans Barcelona

Nama Samuel Etoo bagi sebagian orang mungkin akan selalu ada di hati mereka, terutama bagi para pendukung Barcelona. Hal itu tidak mengherankan, karena penyerang asal Kamerun ini berhasil meraih berbagai trofi bersama Blaugrana.

SAMUEL ETO'O

Walaupun kenyataannya, dia memulai karir di Eropa dengan Real Madrid yang tidak lain adalah sang rival. Sebelum orang-orang mengenal kehebatan Mohamed Salah atau Sadio Mane sebagai pesepak bola asal Afrika terbaik, Nama Samuel Etoo terlebih dulu mencuat ke permukaan. Hingga saat ini dia masih dianggap sebagai pemain Afrika terbaik dan tersukses dengan banyaknya trofi yang telah dia raih.

SAMUEL

 

Layaknya Zlatan Ibrahimovic, Samuel Etoo juga adalah penjelajah Eropa dengan banyaknya klub yang pernah dia bela. Berstatus sebagai top skor sepanjang masa Kamerun, 4 kali meraih status pemain terbaik Afrika, pemain yang mampu meraih trofi liga champions 2 musim beruntun di dua klub yang berbeda. Lantas, seberapa hebat Samuel Etoo dimasa jayanya ? Simak kisahnya.

Bernama lengkap Samuel Etoo Fils lahir pada 10 Maret 1981 di Douala, Kamerun.

Etoo lahir dari pasangan David Etoo dan Christine Etoo. Dia lahir dari seorang ibu yang bekerja sebagai penjual ikan, sementara sang ayah bekerja sebagai seorang akuntan. Sejak kecil Etoo sudah sangat menyukai sepak bola. Dia bahkan sudah bercita-cita menjadi pemain terbaik Afrika sejak belia. Karena memiliki ambisi besar untuk menjadi seorang pemain profesional, Lalu dia bergabung dengan akademi olahraga Kadji Sport Academy, sebuah klub lokal yang berada didekat tempat tinggalnya ketika berusia 11 tahun.

Etoo menimba ilmu di akademi tersebut selama kurang lebih 4 tahun. Pada 1996, dia pernah dibawa ke Prancis untuk mencari klub.

Namun sayangnya tidak ada satupun yang menerima dia. Saat itu Etoo dianggap sebagai imigran gelap karena tidak memiliki identitas yang jelas. Setelah mendapat berbagai penolakan di Prancis, Tanpa diduga, bakatnya diminati oleh raksasa ibu kota Spanyol Real Madrid yang melihat potensi Eto’o ketika bermain di akademi.

Etoo bergabung dengan akademi muda Real Madrid Castilla pada 1997, di usia 16 tahun. Real Madrid Castilla bermain di tingkat ketiga sepak bola Spanyol atau Segunda Division B, dimana pemain non-Uni Eropa tidak diizinkan untuk tampil. Oleh karena itu, Etoo dipinjamkan ke Leganes pada musim 1997/1998. Peminjamannya ini tidak lepas dari jasa pelatih El Real kala itu, Fabio Capello. Saat pertama saya mendarat di Real Madrid, Capello langsung meminta Leganes untuk membuka tempat.

Saya datang sebagai pemain pinjamanan di sana. Masa-masa bersama Leganes membentuk saya menjadi pemain seperti sekarang.” Samuel Etoo. Usai bermain selama hampir 2 musim di Leganes, pada Juni 1998 Samuel Etoo kembali ke Real Madrid. Meski sempat 3 kali bermain sebagai pengganti, akan tetapi dia tidak kunjung mendapat tempat di tim inti Los Blancos.

Kabar yang beredar saat itu menyebutkan Samuel Etoo tidak pantas mengenakan kostum Real Madrid, karena pemain asal Kamerun itu dianggap tidak tampan.

Presiden El Real, Florentino Perez menjadi pihak yang memutuskan untuk meminjamkan Etoo ke Espanyol. Namun disaat yang sama, Real Madrid telah diisi oleh sejumlah striker berkelas, hingga membuat Etoo sulit untuk menembus tim utama. Tapi sebenarnya Etoo tidak ditolak oleh Real Madrid. Hanya saja, beberapa pihak mungkin menolak Etoo.

Saya selalu diperlakukan seperti anak baru. Terlepas dari banyaknya gol yang saya cetak. Bagaimana performa saya di atas lapangan, beberapa orang tidak menghargai saya. Sebenarnya saya tidak pernah mau meninggalkan Real Madrid, tapi mungkin di sana tidak ada tempat untuk pemain berkulit hitam.” kata Etoo.

Etoo mengakui bahwa ucapannya tentang isu ras di Real Madrid sebenarnya hanya sebuah spekulasi. Dia bingung, meskipun sudah tampil baik secara konsisten, kenapa dirinya selalu dipinjamkan. Minim peluang bermain dengan tim senior, pada akhirnya ras jadi satu-satunya alasan yang masuk akal di kepalanya. Setelah setengah musim membela Espanyol, El Real menjual Etoo ke Mallorca pada Januari tahun 2000 seharga 7.20m.

Baca Juga  Debut El maestro Xavi Hernandez

Bersama Mallorca bisa dibilang titik kebangkitan seorang Samuel Etoo. Pada musim pertamanya, dia langsung menjelma jadi unjung tombak utama bagi Mallorca.

Bahkan Presiden Mallorca, Mateo Alemany mengatakan Etoo memiliki permainan yang sangat indah. Bahkan dia ragu apakah ada pemain yang lebih baik dari Etoo di Liga Spanyol saat itu. Bersama Mallorca, Samuel Eto’o benar-benar membangun dirinya sebagai striker haus gol.

Permainannya ini mampu menyita perhatian banyak klub Eropa. Dia menjadi pujaan penggemar The Islanders karena dua hal, yakni kemampuan dan sifat sosial Eto’o. Puncaknya Etoo, dia mampu membawa Mallorca menjuarai Copa del Rey musim 2002/2003, setelah di final mengalahkan Recreativo dengan skor 3 – 0. Dia juga turut menyumbang 2 gol untuk kemenangan timnya. Bangganya, pada kompetisi Copa Del Rey musim itu, Mallorca mampu menghempaskan Real Madrid dengan skor 4 0 tanpa balas, Etoo menyumbangkan 2 gol sebagai bukti bahwa Real Madrid salah melepasnya.

Berkat kegemilangannya dengan mencetak 19 gol, pada akhir musim, dia meraih penghargaan pemain terbaik Afrika 2003 untuk pertama kalinya. Dari pemain buangan yang tidak mendapatkan kesempatan bermain di Bernabeu karena warna kulitnya, Etoo langsung menemukan rumah di Stadion Iberostar.

Diasuh oleh Luis Aragones yang tidak lain adalah pelatih yang juga membentuk jati diri Fernando Torres dan Timnas Spanyol yang meraih Trigelar, Etoo belajar menjadi pemain yang lebih baik, dan lebih peduli kepada teman-teman seperjuangannya. Selama 4 musim berseragam Mallorca, Etoo mampu menyumbang 69 gol dan 8 asisst dari 157 pertandingan. Catatannya ini, menjadikan Eto’o sebagai salah satu penyerang muda paling produktif di La liga kala itu.

Ketajamannya ini ternyata diminati banyak klub Eropa. Dikabarkan ada Machester United, Valencia, hingga Real Madrid yang ingin memulangkannya. Akan tetapi, perburuan dimenangkan oleh klub rival Barcelona. Blaugrana membeli Eto’o dengan harga 27 juta euro atau 5 kali lipat lebih dari harga yang dikeluarkan Mallorca untuk memboyongnya dari Real Madrid. Presiden Madrid, Florentino Perez sempat menyatakan menyesali keputusannya, meski sudah bermaksud memboyong kembali Samuel Etoo, tetapi Mallorca terlanjur meneken kesepakatan dengan pihak Barcelona.

Keadaan semakin sulit setelah Madrid telah memenuhi kuota 3 pemain non-Uni Eropa. Bersama Barcelona, nama Samuel Etoo semakin melambung. Bisa dibilang dititik ini dia mampu meraih segalanya. Popularitas, uang, dan prestasi sanggup dia raih dalam satu klub. Pada musim pertamanya, dia langsung menjadi pilihan Frank Rijkaard sebagai ujung tombak utama Blaugrana.

Kedatangan Etoo ke Camp Nou, berhasil membentuk trio yang ditakuti di Eropa kala itu. yakni Ronaldinho, Lionel Messi, dan Samuel Etoo. Pemainan mereka dilini serang Blaugrana, begitu cair, cepat, tajam dan menghibur. Hal ini tidak lepas dari dukungan lini tengah Barcelona yang kala itu masih diisi oleh Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Deco Souza dan Thiago Motta, yang begitu luar biasa dalam munguasai dan mengalirkan bola ke lini serang.

Diakhir musim, Barcelona keluar sebagai juara La Liga, Etoo menjadi salah satu pemain tersubur Barca dengan torehan 29 gol dan 7 asisst dari 45 pertandingan di semua kompetisi.

Dia juga kembali dinobatkan sebagai pemain terbaik Afrika 2005, yang mampu dia pertahankan sejak 2003. Memasuki musim 2005/2006 yang tidak lain adalah musim kedua bagi The Black star. Pada musim tersebut Etoo semakin tampil luar biasa. Kecepatannya yang bagai Cheetah di padang rumput Afrika, berpadu dengan teknik Eropa, juga dilengkapi dengan finishing layaknya striker Amerika latin, dan permainannya yang agresif, tentu membuat Etoo menjadi striker yang sangat diwaspadai lawan. Pada musim itu, Barcelona dibawa Eto’o meraih double winner.

Baca Juga  Taktik Mematikan Pep Guardiola

Yakni sebagai juara La Liga dan Juara Liga champions musim 2005/2006. Etoo juga menjadi top skor La Liga musim tersebut, dengan torehan 26 gol. Pada partai final liga champion dia juga turut menyumbangkan 1 gol yang membangkitkan semangat tim, sehingga mampu keluar sebagai juara setelah mengalahkan Arsenal Secara total, pada akhir musim Eto’o telah mencetak 34 gol dan 10 asisst dari 47 pertandingan disemua kompetisi. Luar biasa. Kedatangan Thierry Henry ke Camp Nou pada 2007, dan beberapa produk asli La Masia sempat membuat Etoo kekurangan jam bermainnya.

Tetapi itu tidak berlangsung lama, karena dia mampu kembali ke permainan terbaiknya.

Puncaknya bersama Barcelona adalah pada musim 2008/2009. Dimana pada musim tersebut, Barcelona dibawa Eto’o meraih six tuple, atau meraih 6 gelar dalam 1 musim kompetisi. Amazing. Pada final liga champions 2009 mengahadapi MU, dia menunjukan kualitasnya dengan menjadi penentu kemenangan, setelah gol Etoo dan Lione Messi membawa Barcelona keluar sebagai juara Eropa.

Selama 5 musim berseragam Barcelona, Samuel Etoo telah menyumbangkan 8 gelar dan menorehkan 130 gol serta 40 asisst dari 199 laga disemua kompetisi. Bersamaan dengan semua sukses yang diraihnya, sentimen rasis menggejala di Spanyol. Etoo dan para pesepak bola kulit hitam di Spanyol kerap menjadi sasaran pelecehan penggemar klub-klub tertentu. Bahkan dia sempat meninggalkan lapangan ketika penggemar Zaragoza mencemoohnya dengan nyanyian rasis. Dia merasa perlu mengungsikan istri dan tiga anaknya ke Paris, karena Spanyol tidak bersahabat lagi dengan warga kulit hitam.

Padahal, Samuel Etoo telah menjadi warga negara Spanyol, walaupun prioritas utamanya adalah Kamerun. Berdasar dari fakta tersebut, Etoo mulai membuka diri untuk berkarir di luar Spanyol, dan Italia menjadi tujuan berikutnya.

Juli 2009, Samuel Etoo resmi berseragam Inter Milan dengan biaya transfer 20.00m. Dia juga mengungkapkan alasan kepindahannya, diluar rasisme pada sebuah wawancara dengan Gazzetta dello Sport.

Saat itu Jose Mourinho yang menjabat sebagai manajer Inter Milan, merekomendasikan nama penyerang asal Kamerun tersebut setelah melihat kegemilangannya bersama Barcelona. Dia mengungkapkan ketika itu Mourinho punya cara terbilang unik untuk meyakinkannya mau bergabung dengan La Beneamata. Cara Mourinho meyakinkan saya cukup sederhana. Dia mengirimkan gambar seragam Inter bernomor punggung 9. Dia menuliskan jika seragam itu milik saya dan Inter Milan telah menunggu.

kata Etoo. Tidak perlu waktu lama bagi Eto’o untuk beradaptasi dengan skema permainan Mourinho di Inter Milan Hebatnya, dia langsung mempersembahkan treble winners di musim perdananya berseragam Biru – Hitam.

Dengan prestasi itu, dia kembali menyabet gelar pemain terbaik Afrika untuk ke 4 kalinya, bersanding dengan nama Yaya Toure. Dengan pencapaian itu, Etoo menjadi satu-satunya pemain yang berhasil meraih 2 gelar liga champions dan treble winners secara beruntun di 2 klub yang berbeda. Keputusannya ke Inter Milan sangat tepat.

Musimnya di Inter tidak berlangsung lama. Setelah dua musim berseragam biru – hitam dengan torehan 53 gol Etoo hijrah ke klub Rusia, Anzhi Makhachkala, di tahun 2011. Dia hengkang dengan biaya transfer sebesar 27.00m, harga yang sama ketika dia pindah dari Mallorca ke Barcelona. Kepindahannya ini sempat menimbulkan pro kontra, banyak pihak yang menuding Etoo sebagai pesepak bola mata duitan.

Di Anzhi, Etoo memang mendapatkan gaji yang sangat tinggi, sehingga membuatnya menjadi pesepak bola dengan bayaran termahal di dunia saat itu.

Total gaji Eto’o di Anzhi Makhachkala menyentuh nilai 20 juta poundsterling. Jika dirupiahkan, maka setiap tahun dia menerima bayaran sebesar 302,4 miliar rupiah. Akan tetapi, peluang untuk meraih gelar bergengsi seperti trofi Liga Champions terbilang sulit. Anzhi tidak memiliki tradisi tim bagus baik di kompetisi Eropa maupun domestik.

Inilah yang membuat banyak pihak berpikir keputusan Etoo hengkang hanya karena uang. Menanggapi hal itu, Etoo ternyata tidak membantah. Saya tidak peduli apa yang dipikirkan orang. Saya pikir, semua orang ingin bekerja dan mendapat bayaran yang layak. Tidak ada orang yang mau digaji kecil.

Baca Juga  Karir Thierry Henry Sang Legenda Arsenal

Anzhi menawari saya sesuatu yang pantas saya dapatkan. ujar Etoo. Bersama Anzhi Makhachkala, meski terbilang bisa tampil cukup baik dengan torehan 36 gol dalam 2 musim, Etoo terbilang kesusahan untuk mengembalikan kapasitasnya sebagai salah satu penyerang terbaik dunia. Hal ini tidak lepas dari kurangnya kualitas pemain disektor lain. Meski ada sosok Roberto Carlos di full back kiri, itu tidaklah cukup.

Setelah 2 musim di liga Russia, Samuel Etoo melanjutkan perjalanan karirnya ke Liga Inggris dengan bergabung besama raksasa London Chelsea pada Agustus 2013. dengan status bebas transfer. Etoo yang sudah berusia 32 tahun, memang sudah tidak segesit seperti 5 tahun sebelumnya, tetapi finishing, penempatan posisi, serta insting mencetak gol masih tersisa untuk mengarungi ganasnya liga inggris bersama The Blues.

Kesempatan 1 musim dengan Chelsea Dia bayar dengan torehan 12 gol dan 7 asisst dari 35 laga. Kemudian, Etoo yang kembali berstatus bebas transfer diakhir musim 2013/2014, memutuskan hengkang dari Stanford Bridge dan melanjutkan karir bersama Everton.

Namun, karena dirasa tidak mampu berbuat banyak, pada paruh musim, Samuel Etoo pindah ke Sampdoria pada Januari 2015. Disini, kapasitasnya semakin menurun. Dia hanya bermain setengah musim, dengan catatan 2 gol dari 18 pertandingan. Setelah itu dia terbang ke Turki untuk bergabung dengan Antalyaspor sebagai pelabuhan berikutnya. Disana Etoo bertahan selama 3 musim hingga 2018, dengan torehan 44 gol.

Kemudian dia bergabung dengan klub Turki lainnya, Konyaspor sebelum akhirnya bergabung dengan Qatar SC dan pensiun disana pada September 2019 di usia 38 tahun, setelah beberapa bulan tidak mendapat tawaran kontrak.

Kesuksesan di level klub, dia bawa ke timnas Kamerun. Selama membela Kamerun, Samuel Etoo telah membawa negaranya meraih trophy Piala Afrika secara beruntun, yakni pada tahun 2000 dan 2002. Prestasi negaranya ini diikuti dengan prestasi individu Samuel Etoo. Tercatat, dia pernah menjadi top skor Piala Afrika pada musim 2005/2006 dan 2007/2008.

Nama Samual Etoo tercatat sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Kamerun dengan torehan 56 gol dari 118 caps. Luar biasa. Selama karir professional Eto’o di level klub, Etoo telah menorehkan 362 gol dan 117 asisst dari 722 pertandingan. Menjadikan Eto’o sebagai salah satu pemain Afrika tersubur sepanjang masa.

Setelah pensiun sebagai pemain professional, 2 tahun kemudian Etoo mencalonkan diri sebagai ketua Federasi sepak bola Kamerun.

Langkah itu diambilnya, karena dia mempunyai mimpi memajukan Sepak bola negaranya. Tidak disangka. Dia terpilih menjadi kepala federasi sepak bola Kamerun pada Desember 2021 lalu. Setelah terpilih, Samuel Eto’o langsung menjanjikan perubahan untuk mengembangkan sepak bola di negaranya, termasuk janji akan membangun 10 stadion baru. Kebijakan Kami harus berpusat ke pesepak bola.

peran kami adalah untuk memastikan bahwa mereka yang memainkan olahraga ini mendapatkan penghidupan yang layak darinya.” “Saya telah berbicara dengan komunitas bisnis dan kami yakin kami akan mendapatkan investor yang tepat, yang dapat menemani kami dalam memenuhi tujuan kami.” ucap Samuel Eto’o sebelum pemungutan suara seperti dikutip dari Reuters. Langkah Etoo tersebut mungkin bisa ditiru oleh negeri ini, menjadikan mantan pesepak bola professional berprestasi, sebagai pemimpin dan bagian atas lainnya. Memang belum jelas hasilnya, tetapi setidaknya mungkin akan ada perubahan yang lebih baik, karena pelakunya adalah praktisi yang langsung terlibat dalam petandingan, yang mungkin memiliki ambisi lebih untuk prestasi sepak bola Indonesia yang lebih maju, bukan demi diri pribadi.

Demikianlah kisah Samuel Etoo.

Salah satu pemain terbaik asal Afrika yang pernah ada, dengan trophy hampir sempurna. Terima kasih Samuel Etoo..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *