De Gea hd

David De Gea Harta Terakhir Sir Alex Ferguson

Manchester United lagi-lagi menjadi target bully setelah tidak mampu tampil konsisten dan meraih banyak kekalahan pada musim 2021/2022. Setan merah yang dulu dianggap sebagai salah satu klub paling ditakuti di Eropa, dan dikenal dengan sejarah yang luar biasa, kini semakin seperti singa yang kehilangan taringnya. Ditengah ketidakkonsistenan permainan tim serta buruknya lini pertanahan United, ada satu nama yang terus tampil mati-matian dalam mengawal pertahanan setan merah agar tidak kebobolan.

De Gea 2

 

Dia adalah David De Gea bisa dibilang dia adalah peninggalan terakhir Sir Alex Ferguson yang hingga musim ini belum tergantikan dibawah mistar setan merah. Satu-satunya pemain yang mampu tampil konsisten ditengah buruknya permainan tim.

Lantas bagaimana mati-matiannya De Gea untuk United dan mengapa pemain pilihan Ferguson hampir selalu bisa menjadi tulang punggung tim dimasa depan ? Pada musim 2012/2013 Manchester United berhasil memenangkan gelar Premier League. Ditengah kegembiraan publik Old Trafford atas tropy EPL ke 20 mereka, Ferguson memutuskan untuk berhenti berkarir sebagai seorang pelatih profesional secara mendadak. Tepat pada 8 Mei 2013 Penggemar United harus rela kehilangan pelatih yang begitu mereka cintai. Sir Alex Ferguson memilih pensiun setelah hampir 27 tahun menjadi manajer Manchester United.

Ferguson mempersembahkan gelar Premier League 2012/2013 sebagai penutup karirnya. Kabar tersebut membuat para penggemar sepak bola diseluruh dunia gempar, tidak terkecuali seluruh jajaran klub yang bermarkas di Old Trafford tersebut. Bagaimana para penggemar setan merah tidak menangis. Sir Alex adalah manager yang mampu membawa MU meraih banyak gelar dan terkenal mampu melahirkan pemain hebat berkat tangan dinginnya.

Sebagai bukti, dia pernah terpilih sebagai pelatih terbaik dunia sebanyak dua kali, yakni pada 1998 dan 2007.

Selama menukangi Manchester United, Fergi telah melahirkan sederet pemain bintang. Roy Keane Paul Scholes David Beckham Ryan Giggs Rooney dan Cristiano Ronaldo bisa menjadi contoh pemain hebat yang lahir berkat sentuhan tangan dingin Sir Alex. Sederet trofi bergengsi berhasil Ferguson persembahkan untuk setan merah. 13 gelar Premier League, 10 Community Shield, 2 trofi Liga Champions, dan berbagai trofi bergensi lainnya tersusun rapi di kabinet Old Trafford.

Akan tetapi selepas Ferguson pensiun, performa United mengalami penurunan drastis.

The Red Devils belum sanggup meraih gelar Premier League lagi dalam 7 musim terakhir. Bahkan untuk memantapkan posisi di 4 besar demi mendapat tiket ke liga champions musim depan, meraka terlihat begitu kesulitan. Apalagi menjadi juara. Pergantian kursi kepelatihan mulai dari era David Moyes, hingga yang terbaru Ralf Ragnick belum mampu membawa MU kembali sebagai penantang gelar juara. Tentu banyak sekali masalah yang United hadapi.

Baca Juga  Paul Scholes Manchester United Midfielder Legend

Tetapi manajer dan rekrutan yang tidak tepat menjadi faktor masalah buruk performa MU seperti yang dikatakan gelandang legendaris mereka Paul Scholes. “Mendapatkan pelatih yang tepat untuk tim ini adalah hal yang sangat penting. Ada beberapa bakat luar biasa dalam skuad ini, tapi belum mampu dimaksimalkan. Hal pertama yang perlu dilakukan klub ini untuk mendekati puncak liga lagi adalah mendapatkan pelatih yang tepat. yang mau bekerja keras untuk tim ini.

” “Klub membutuhkan seorang manajer yang memberikan ketakutan kepada para pemain, Sir Alex Ferguson memiliki itu. Apakah ada manajer lain yang mempunyai kemampuan itu setelah dia? Saya rasa tidak banyak. Itu adalah bakat khusus yang dimiliki seorang pelatih.” Kata Paul Scholes kepada BT Sport setelah melihat buruknya permainan MU dibawah arahan Ragnick.

Pada masa Sir Alex, dia akan mendatangkan pemain yang bukan hanya berbakat, tetapi juga tepat dan memang dibutuhkan oleh klub. Sebagai contoh adalah David De Gea.

Kita mundur ke tahun 2011 Ketika itu, musim terakhir bagi kiper andalah Setan Merah, Edwin Van Der Sar, yang memutuskan gantung sepatu diakhir musim 2010/2011. Sebelumnya, Ferguson mengamati dua kiper potensial pada periode itu yakni David De Gea dan Manuel Neuer untuk mengisi kekosongan Van der Sar sebelum akhirnya menjatuhkan pilihan pada De Gea. Fergi mengungkapkan bahwa potensi brilian De Gea membuatnya yakin untuk menggaet kiper muda itu ke Old Trafford sekaligus menyingkirkan kandidat terkuatnya Manuel Neuer.

Ferguson mengaku lebih memilih De Gea setelah mendapatkan saran dari pelatih kiper Eric Steele dan dia tidak menyesali keputusannya. Eric Steele sudah mengamati David de Gea untuk sejumlah waktu, namun kemudian Neuer mencuri perhatian bersama Schalke.

Jadi masalah saya adalah Eric, karena dia begitu yakin bahwa kami harus mengambil De Gea. Saya berkata tapi Eric, Neuer itu adalah paket komplet; dia matang, fisiknya juga luar biasa, dan dia membalas ya, namun dalam waktu tiga tahun saja, De Gea akan jauh lebih baik. Itu penegasannya.

Pada Juli 2011 David De Gea resmi diboyong Fergi ke Old Trafford dengan mahar 25.00m setelah tampil mengesankan bersama Atletico Madrid di Liga Spanyol. Pembelian itu terbukti tidak salah, sebab De Gea tumbuh menjadi kiper yang luar biasa. Begitupun Manuel Neuer. Ini membuktikan bahwa pengamatan Fergi terhadap pemain potensial begitu istimewa.

Baca Juga  Debut FILIPPO INZAGHI SI RAJA OFFSIDE

Pada musim pertama, dia langsung tampil mengesankan dan menjadi andalan dibawah mistar gawang United. Penyelamatan briliannya membuat 10 pemain lainnya jadi lebih tenang. Bukan hanya De Gea, para pemain United yang dibeli pada era kepelatihan Ferguson, hampir selalu memiliki peran penting dan selalu terpakai di era kepelatihan berikutnya. Seperti Wayne Rooney Antonio Valencia dan Ashley Young yang terus bertahan di era kepelatihan baru. Setidaknya hingga musim 2019/2020.

Mereka bahkan sempat ditunjuk sebagai kapten tim dibeberapa musim terakhirnya. Faktanya masih ada 2 sisa pemain pembelian Ferguson yang bertahan pada musim 2021/2022. Yaitu Phil Jones, dan Cristiano Ronaldo. Tetapi Phil Jones yang kini menjadi pilihan ke sekian sang pelatih, mungkin bagi para pecinta United sudah tidak diingat perannya, kecuali tingkah konyol blundernya.

Para penggemar heran, mengapa Phil Jones bisa terus didalam skuad United.

Sedangkan Cristiano Ronaldo, sudah meninggalkan Old Trafford sejak era Sir Alex Tepatnya pada 2009. Dia tidak merasakan sulitnya awal masa pergantian kepelatihan United setelah Ferguson. Ronaldo kembali ke Old Trafford pada 2021, karena diminta oleh Sir Alex. David De Gea, memang hanya 2 musim mendapat penanganan langsung dari tangan dingin Sir Alex. Tetapi dia tetap tumbuh menjadi kiper yang bisa diandalkan.

Baik diera Sir Alex David Moyes Luis Van Gaal Jose Mourinho Ole Gunnar Solskjaer ataupun Ragnick kiper asal Spanyol itu selalu menjadi pilihan utama. Hingga kini, sudah hampir 10 musim De Gea membela Manchester United. Beragam prestasi sudah dia dapatkan. Saat video ini dibuat, De Gea sudah masuk dalam 8 besar kiper dengan clean sheet terbanyak di Liga Inggris dengan torehan 130 clean sheet.

Sementara dalam torehan clean sheet terbanyak disemua kompetisi bagi MU, dia sudah melewati rekor Van Der Sar yang menorehkan 135 clean sheet.

De Gea berada dalam urutan ke 3 dengan 164 clean sheet. Dia hanya terpaut 2 peringkat dari Alex Stepney yang menorehkan 175 clean sheet, dan Peter Schmeichel dengan torehan 180 clean sheet. Torehan cleen sheet De Gea akan terus bertambah mengingat usianya baru 31 tahun Tetapi, perjalanan De Gea akan terasa semakin terjal Karena performa MU yang masih jauh dari kata baik dalam 5 musim terakhir. Setan merah memiliki permasalahan yang sangat besar di lini pertahanan mereka. Hal ini membuat De Gea harus bekerja extra keras mengamankan gawangnya.

Baca Juga  Sir Abramovich Beli 6 Pemain Termahal

Kedatangan Harry Maguire pada musim panas 2019 silam dengan status back termahal dunia bukan memberikan pengawalan extra tetapi membuat De Gea menjadi lebih repot, akibat banyaknya blunder konyol yang dilakukan Maguire. Karena itu muncul banyak pernyataan, bahwa MU tidak akan pernah menjadi juara jika Maguire masih dilini belakang United.

Mungkin banyak penggemar United setuju dengan pernyataan ini. Memang setan merah sudah membeli Raphael Varane dan Aaron Wan Bissaka sebagai upaya menambal lubang dilini belakang, tetapi itu belum cukup. Terlebih, Varane dan Bissaka pernah mengalami cidera panjang.

Dalam tiap pekan, De Gea tetap harus disibukkan oleh ganasnya gempuran tim lawan serta kekhawatiran terhadap lini pertahanan yang di kapteni oleh Harry Maguire. Bahkan tidak sedikit yang memberikan pernyataan bahwa Dea bukan hanya berhadapan dengan lawan tetapi juga berhadapan dengan ancaman back dia sendiri. Pada musim ini, 2021/2022 hingga pekan ke 29 De Gea tercatat sebagai kiper Liga Inggris yang paling repot dengan total 40 penyelamatan krusial. Statistik ini membuktikan bahwa kinerja lini belakang MU sangat buruk dan rapuh. Jika dalam pertandingan MU tidak kalah, atau minimal berakhir imbang, mungkin nama David De Gea akan lebih sering muncul sebagai man of the match karena penyelamatan krusialnya.

Kembalinya Cristiano Ronaldo ke Old Trafford, sempat memberi harapan diawal musim. Tetapi tidak menaikan performa United yang signifikan dalam waktu panjang. Walaupun dia sebenarnya adalah striker yang dapat diandalkan. Ini terbukti di usia dia yang sudah menginjak 37 tahun, Ronaldo masih tajam dengan mengemas 18 gol sementara disemua ajang. Kemudian, karena tingginya ego para pemain United di lapangan, bahkan sempat membuat Ronaldo frustasi dengan keadaan tersebut.

Seperti ulah Bruno Fernandes dan Mason Greenwood yang sempat begitu egois, dengan tidak memberikan umpan kepada Ronaldo. Padahal CR7 dalam posisi yang lebih baik untuk mencetak gol Belum lagi masalah para pemain dengan Ragnick, yang dikabarkan pecah karena mereka tidak suka dengan cara Ragnick dalam melatih. Man United memang harus berbenah besar didalam maupun luar lapangan. Jika mereka ingin kembali menjadi penantang gelar sejati, dan mengakhiri kisah tragis mereka, setan merah harus membenahi para pemainnya, memperbaiki konflik didalam dan luar lapangan, serta mencari pelatih yang tepat, layaknya Sir Alex Ferguson..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *