Fernando Torres 1

Gracias El Nino Fernando Torres

Spanyol tidak pernah berhenti melahirkan penyerang kelas dunia. Banyak diantaranya, pernah menjadi ujung tombak para klub besar Eropa. Bahkan tidak sedikit yang menjadi idola di tanah perantauan. Salah satunya adalah Fernando Torres. Striker yang pernah melegenda di Liga Primer Inggris ketika masih berseragam Liverpool.

Fernando Torres Liverpool

Pada masa jayanya, dia adalah penyerang yang membantu Spanyol meraih gelar Euro 2008, 2012, dan Piala Dunia 2010. Sebelum menemui jalan terjal bersama Chelsea dan AC Milan, Torres selalu di puja-puja oleh para penggemar sepak bola hampir di seluruh dunia, karena ketajamannya. Tidak hanya itu, postur tinggi besar, tegap, ditambah paras yang rupawan, membuatnya menjadi magnet luar biasa bagi kaum hawa.

Tajam, dan bergelimang prestasi pada usia muda, membuat Torres digadang-gadang akan menjadi striker terbaik dalam jangka waktu lama. Tetapi nyatanya, prediksi tersebut berbanding terbalik dengan ekspektasi.

Lantas, bagaimana Fernando Torres tumbuh menjadi striker menakutkan di tanah Britania raya ? dan mengapa karir gemilangnya bisa runtuh dalam sekejap mata ? Simak kisahnya…

Fernando Jos Torres Sanz, lahir pada 20 Maret 1984 di Fuenlabrada, Madrid, Spanyol. Dia adalah anak ketiga dari Flori dan Jos. Torres sudah tertarik pada sepak bola sejak kecil. Ketika usia 5 tahun, dia bergabung dengan tim pertamanya, Parque 84, sebuah klub asal tempat kelahirannya. Awalnya dia ingin menjadi penjaga gawang, sebuah posisi yang dimainkan oleh kakak laki-lakinya.

Tetapi pada usia 7 tahun, Torres mulai lebih sering bermain sebagai striker dalam klub Marios Holand.

Ada sebuah cerita menarik tentang berubahnya posisi Torres. Dalam sebuah wawancara, Torres pernah mengisahkan Saya ingat ketika kecil, semua anak di sekolah membicarakan tentang kartun bertema sepak bola dari Jepang. Saya mulai bermain sepak bola, dan menjadi penyerang karena kartun tersebut. Ketika itu, kakak saya memaksa saya menontonnya.

Setelahnya, saya tidak pernah berhenti menonton serial Captain Tsubasa. ujar Fernando Torres. Ya ! Karena terinspirasi dari serial Captain Tsubasa, atau Oliver dalam penayangan di Spanyol, Torres memutuskan menjadi penyerang. Kartun tersebut membuatnya semakin bersemangat menempa diri manjadi pesepak bola.

Jika tidak terinspirasi Captain Tsubasa saat kecil, kita mungkin tidak akan mengenal Fernando Torres sebagai salah satu striker dan bintang di dunia sepak bola.

3 tahun kemudian, pada usia 10 tahun, Fernando Torres bergabung dengan Rayo 13. Bersama klub baru, dia memantapkan diri sebagai striker. Bahkan dimusim pertamanya, dia mampu memberi kejutan besar dengan tampil memukau lewat torehan 55 gol dalam satu musim. Karena prestasinya, Torres menjadi salah satu dari tiga pemain Rayo 13 yang dikirim ke Atltico Madrid untuk melakoni pertandingan uji coba.

Pada pertandingan itu, Fernando Torres membuat kesan pada para pencari bakat. Pada tahun 1995, memasuki usia 11 tahun, Torres resmi bergabung dengan Atletico Madrid.

Klub yang begitu dicintai oleh kakeknya. Setahun kemudian Torres sempat menerima tawaran untuk pindah ke Real Madrid, tetapi dia menolak karena ingin tetap di Atletico. Sejak bermain untuk akademi muda Atltico de Madrid, Fernando Torres terus berkembang dan mendapatkan trofi besar pertamanya pada 1998.

Atletico mengirimkan skuad U-15 untuk berpartisipasi di Nike Cup, baik tingkat nasional maupun Eropa, untuk bermain dengan tim junior dari seluruh penjuru dunia. Dalam turnamen itu, Torres terpilih sebagai pemain terbaik di Eropa untuk kategori usia tersebut tidak lama setelah turnamen. Fernando Torres bermain untuk tim junior Atltico Madrid selama 6 tahun sebelum menjadi profesional. Pada tahun 1999, sang penyerang menandatangani kontrak profesional pertamanya dengan Atletico. Pada awal musim 2000/2001, Torres melakukan debut liga untuk tim utama Atltico pada usia 17 tahun melawan CD Legans pada 27 Mei 2001, setelah sebelumnya sempat mengalami cidera beberapa bulan.

El Nino kemudian mencetak gol liga pertama dalam pertandingan liga keduanya melawan Albacete Balompi pada 3 Juni 2001. Ketika itu usianya masih 17 tahun. Pada musim itu, Atletico Madrid kembali promosi ke La Liga setelah 2 musim berada di divisi 2. Sebuah momen yang selalu ditunggu publik Atletico dan tentu bagi seorang Fernando Torres.

Baca Juga  Paul Scholes Manchester United Midfielder Legend

Memasuki musim 2002/2003, Torres memainkan pertandingan pertamanya di level tertinggi pada 1 September 2002 melawan FC Barcelona.

Pada pertandingan itu, Torres mampu mencetak 1 gol untuk Los Rojiblancos. Dimusim keduanya, Torres yang baru berusia 18 tahun, mampu mencetak 13 gol dalam 29 pertandingan di musim La Liga pertamanya. Pada tahun-tahun berikutnya, pemain berjuluk El Nino ini selalu menjadi pemain reguler, dan mencetak banyak gol untuk Atletico. Memasuki usia 19 tahun, Torres bahkan sudah dipercaya menjadi kapten tim arahan Luis Aragones. Menjadikannya sosok kapten muda yang begitu dikagumi para penggemar.

Fenomenal Dalam tiap waktunya bersama Atletico, dia hampir selalu tampil bagus. Tidak kurang dari 17 gol, dia hampir selalu menggolkan setiap musimnya. Tidak heran jika kemampuannya menarik banyak perhatian klub top Eropa. Terutama klub-klub asal Inggris, seperti Chelsea dan Liverpool, yang tidak pernah henti mengintainya. Ketika itu, Torres pernah mengakui bahwa dia ingin mengambil tantangan baru diluar Spanyol.

Pelatih Liverpool saat itu, Rafael Benitez, tertarik dengan performa El Nino saat membela Atletico. Dimana pada periode tahun 2001 hingga 2007, Torres mampu mencetak 91 gol dari 249 penampilan di semua ajang bagi Los Rojiblancos. Pada 4 Juli 2007, transfer Fernando Torres ke Liverpool akhirnya terjadi dan diumumkan pada konferensi pers Kepergian itu sudah terlihat tidak lama sebelumnya, ketika Atletico telah mengontrak Diego Forln sebagai pengganti Torres.

Biaya transfer diperkirakan mencapai 38.00 juta euro.

Sebuah harga yang memecahkan rekor transfer termahal klub kala itu. Di Liverpool, Fernando Torres menandatangani kontrak selama 6 tahun. Dalam debutnya untuk The Reds, El Nino berhasil mencetak gol Liga Premier pertamanya melawan Chelsea pada 19 Agustus 2007. Sebuah gol, yang memberikan kesan bagus untuk Torres kepada para penggemar. Dimusim pertamanya, dia langsung tampil memukau dengan menjadi striker mematikan di tanah Britania.

Torres menjadi fenomena dengan ketajamannya di depan gawang lawan. Seketika dia menjadi andalan Liverpool di musim perdananya. Bahkan pada musim itu 2007/2008, Torres sempat mencetak hattrick beruntun di Anfield saat mengahadapi Middlesbrough dan West Ham United. Total 33 gol dari 46 pertandingan yang mampu dia sumbangkan bagi The Reds. Luar biasa.

Di akhir musim, Fernando Torres menempati posisi kedua bersama Emmanuel Adebayor dalam daftar pencetak gol Liga Premier dengan torehan 24 gol, bertengger di belakang Cristiano Ronaldo yang mencetak 31 gol. Terakhir kali seorang striker Liverpool mencetak lebih dari 20 gol dalam satu musim adalah pada musim 1995/1996, yakni Robbie Fowler.

Fernando Torres juga menyalip Ruud van Nistelrooy sebagai pencetak gol asing terbanyak di tahun pertamanya di Liga Inggris. Penampilan ini, membuatnya terpilih dalam skuad PFA Team of the Year 2008. Pada fase ini, Fernando Torres benar-benar menjelma menjadi seorang idola.

Jika Portugal memiliki Cristiano Ronaldo, Brazil Ricardo Kaka Inggris David Beckham, maka Spanyol memiliki Fernando Torres sebagai bintang yang dipuja layaknya pangeran. Tampan, tinggi besar, tajam dan berprestrasi tentu menjadikannya sosok central bagi kaum hawa maupun pria diberbagai belahan dunia. Tidak heran jika banyak tawaran iklan masuk padanya. Setelah itu, El Nino terus berkembang menjadi penyerang haus gol yang diwaspadai lawan. Bahkan pada musim 2009/2010, Torres sempat mengalami cedera dan harus menjalani operasi lutut dua kali.

Meski begitu, setelah pulih, dia tetap tampil mengesankan dengan mencetak 18 gol dari 22 pertandingan di Liga Inggris.

Dia juga mencetak rekor baru. Fernando Torres mampu mencetak total 50 gol dalam 72 pertandingan, menjadikannya pemain Liverpool yang mencapai 50 gol tercepat di liga Inggris kala itu. Secara prestasi individu, Torres memang bisa dibilang cukup banyak mendulang trophy. Tetapi secara prestasi klub, hal ini harus berbanding jauh.

Baca Juga  Debut Oliver Kahn Sang Tembok Besar Bayern Munchen

Mengingat selama masa baktinya di Anfield, Torres belum mampu mempersembahkan trophy prestisius. Memang, Torres tidak bisa disalahkan. Pada musim 2009/2010 performa Liverpool jauh dari kata baik. Bahkan diakhir musim mereka hanya mampu finis diperingkat 7 klasemen dengan perolehan 63 poin. Hal ini juga yang kemudian membuat seorang Fernando Torres berfikir ingin hengkang dari Anfield demi mengejar ambisinya yang belum terpenuhi.

Hal itu tentu menjadi sebuah kabar mengejutkan untuk para penggemar. Terlebih dia ingin menyebrang ke klub rival, Chelsea, yang tentu saja sebuah keputusan yang akan membuat Torres mendapat cemooh dari penggemar. karena dianggap sebagai penghianat. Setelah melalui 4 tahun mengagumkan di Anfield, membentuk diri menjadi salah satu striker paling produktif di Liga Inggris, pada 31 Januari 2011, Chelsea resmi mendatangkan Fernando Torres dengan biaya yang memecahkan rekor transfer liga Inggris sebesar 50 juta pounds.

Dia menandatangani kontrak berdurasi lima setengah tahun hingga 30 Juni 2016, dan mendapat penghasilan $ 175.

000 per minggu. Fernando Torres mengakui, sebenarnya dia bahagia dan masih ingin menetap di Anfield. Akan tetapi, karena sebuah alasan, akhirnya dia memilih untuk hengkang. Diawali penjualan klub Merseyside, ke Fenway Sports Group setelah menumpuk hutang yang sangat besar, Torres mengungkapkan fakta tentang kepindahan fenomenalnya dari Liverpool ke Chelsea. “Saya sebenarnya sangat bahagia di Liverpool, tapi jika Anda ingat, saat itu klub akan dijual dan itu merupakan situasi yang sangat sulit” “Mereka menjual para pemain terbaik mereka.

Mascherano hengkang, Xabi Alonso pergi, Rafael Benitez angkat kaki, dan mereka mulai membawa para pemain muda, jadi mungkin mereka butuh 5 hingga 7 tahun untuk membentuk sebuah tim juara lagi”. “Saya tidak punya waktu selama itu karena saya meninggalkan rumah saya di Atletico untuk memenangkan berbagai trofi di luar”. “Sayangnya, banyak kebohongan para pemilik Liverpool dan pada akhirnya saya harus mencari jalan saya sendiri, yaitu Chelsea yang saya kira akan menjadi klub yang menawarkan saya peluang untuk memenangkan banyak trofi”. cerita Torres kepada talkSPORT. Torres melakukan debut untuk The Blues pada 6 Februari 2011 dalam kekalahan 0-1 dari klub lamanya Liverpool.

Setelah itu Torres mengalami kesusahan dalam menjebol gawang, dimana dia tidak mampu mencetak satu gol pun dalam 12 pertandingan. Fakta ini sangat mengejutkan. Mengingat dia adalah salah satu striker terbaik Eropa pada musim-musim sebelumnya. Bukannya menjadi bintang, diawal musim Torres dicemooh oleh para penggemar dan media. Harga mahal, tetapi minim kontribusi.

Mungkin kata ini cocok untuk Torres saat itu. Seketika, dia menjadi pemain penghangat bangku cadangan untuk beberapa pertandingan. Bahkan banyak orang menyebutnya sebagai striker yang lupa mencetak gol. Dia juga kerap dicap sebagai penyerang gagal saat bergabung dengan Chelsea. Tetapi, Fernando Torres kebal terhadap ejekan para penggemar ataupun kicauan media.

Dibanding meladeni mereka, dia lebih memilih fokus mengembalikan performa terbaiknya. 23 April 2011, Fernando Torres berhasil mencetak gol pertamanya untuk Chelsea dalam kemenangan kandang 3-0 atas West Ham United. Dibutuhkan waktu 903 menit bermain, bagi Torres untuk mencetak gol pertamanya. Gol itu menjadi satu-satunya gol bagi El Nino, dari 18 pertandingan dalam musim debutnya berseragam Chelsea. Memasuki musim 2011/2012 Pada waktu ini, perlahan tapi pasti Torres mulai kembali ke performa terbaiknya.

Dimusim kedua untuk The Blues, Torres memperbaiki catatannya dengan menorehkan 11 gol dan 19 asisst dari 49 pertandingan disemua kompetisi.

Sebuah catatan yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Dalam kompetisi liga champion musim itu, Fernando Torres turut mengukir sejarah yang mungkin tidak akan pernah dilupakan para pecinta The Blues. Gol telatnya pada leg kedua semifinal liga champion, ketika Chelsea menghadapi Barcelona di Camp Nou, mampu membawa squad Roberto Di Matteo melaju ke partai final. Fernando Torres, yang dianggap miskin gol saat itu, mampu menjadi pahlawan kemenangan Chelsea setelah masuk 10 menit jelang laga usai, menggantikan Didier Drogba.

Baca Juga  Debut Paolo Maldini Legendanya Para Legenda

Pada partai puncak, tepat 19 Mei 2012 Fernando Torres turut membantu Chelsea meraih gelar liga champion pertamanya, setelah mengalahkan Bayern Munchen melalui adu penalti. Prestasi baik itu, diikuti pada musim berikutnya.

Dimana pada 15 Mei 2013, Chelsea mampu keluar sebagai juara Liga Europa, setelah mengalahkan Benfica dengan skor 2-1 di final. Pada laga itu, Torres turut menyumbang 1 gol kemenangan bagi timnya. Bersama Chelsea, ambisi si anak pirang dalam sepak bola sudah sebagian terwujudkan.

sebuah ambisi yang belum terpenuhi, saat dia masih berseragam Liverpool. Memasuki musim 2014/2015 Masuknya Jose Mourinho sebagai manager klub, memberikan ancaman besar bagi keberadaan Torres. Mourinho yang memang tidak begitu menginginkan Torres di squadnya, karena sang striker dianggap terus mengalami penurunan. Pada 31 Agustus 2014, Fernando Torres resmi pindah ke AC Milan dengan status pinjaman, dengan durasi kontrak dua tahun. Bahkan di Milan, Torres tampil jauh dari kata memuaskan.

Total dari 10 pertandingan bersama I Rossonerri hingga akhir musim, dia hanya mampu mencetak satu gol. Ironisnya, Chelsea mampu keluar jadi juara liga inggris musim 2014/2015. Meski begitu, pada 27 Desember 2014, telah diumumkan bahwa AC Milan mempermanenkan Torres dan akan diperkenalkan ke publik 5 Januari 2015 mendatang. Milan dikabarkan telah membayar 3 juta euro untuk merekrut sang pemain. Torres meninggalkan Chelsea setelah menorehkan 45 gol dan 35 asisst dari 172 pertandingan.

Menariknya, walau sudah dipermanenkan oleh AC Milan, dua hari berselang, justru I Rossoneri meminjamkan EL Nino selama dua musim ke Atletico Madrid dengan gratis. AC Milan menukarnya dengan Alessio Cerci sebagai kesepakatan peminjaman Torres ke Atletico. Pertukaran yang sejatinya merugikan Milan, sebab Torres malah kembali bersinar di Atletico sedangkan Cerci hanya bisa bermain 33 laga dengan torehan satu gol.

Setelah 7 setengah tahun meninggalkan Atletico, Fernando Torres memainkan debut keduanya untuk Atltico pada 8 Januari 2015. Ketika itu Atletico berhasil menang 2-0 atas Real Madrid di leg pertama babak 16 besar Copa del Rey.

Kemudian, pada leg kedua pada 15 Januari 2015 Torres mencetak 2 gol untuk Atltico dalam hasil imbang 2-2 di Santiago Bernabu, yang memastikan timnya lolos kebabak selanjutnya. Selama dua musim memperkuat Atletico Madrid dalam masa peminjaman, Torres berhasil mencetak 18 gol dari 70 pertandingan di semua ajang. Melihat performanya, pada Juli 2016 Atletico Madrid resmi mempermanenkan Torres dari AC Milan dengan gratis, lantaran I Rossoneri malah enggan memperpanjang kontrak sang pemain yang sejatinya tampil cukup baik di La Liga. Bersama Atletico, jiwa Torres yang pernah hancur telah kembali hidup karena para penggemar Los Rojiblancos, tetap mencintainya sebagaimana dia pertama kali datang dahulu. Seiring waktu berjalan, usianya semakin menua, dia tidak sekuat dahulu.

Faktor fisik itu juga mempengaruhi kinerjanya di lapangan. Diego Simione selaku manager, menegaskan tidak akan menjadikan Torres sebagai pilihan utama dilini serang Atletico. Hal itu membuat El Nino mau tidak mau harus mengambil keputusan. Pada April 2018, Fernando Torres mengumumkan bahwa musim itu akan menjadi musim terakhirnya untuk klub, namun dia tidak ingin mengakhiri karirnya.

Mei 2018, Torres berhasil memenangkan Liga Europa bersama Atltico Madrid.

Sebuah musim yang indah, untuk kado perpisahannya. Juli 2018, Fernando Torres resmi meninggalkan Atletico dan bergabung dengan klub divisi satu Jepang Sagan Tosu, untuk menikmati karir senjanya. Disana, dia bertemu Yichi Takahashi sang pencipta manga Captain Tsubasa. Serial kartun, yang akhirnya membuat seorang Fernando Torres ingin menjadi pesepak bola hebat. Setelah satu musim, pada Juni 2019 Fernando Torres mengumumkan pengunduran dirinya dari sepak bola, dan resmi pensiun dengan torehan 292 gol dari 754 pertandingan, selama karir professionalnya.

Begitulah sedikit kisah Fernando Torres di level klub, pada level international timnas Spanyol, akan kita bahas pada video selanjutnya. Gracias El Nino, Fernando Torres..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *