Aubameyang story

Fakta Unik Hengkangnya Aubameyang dari Arsenal

Mantan kiper Manchester City, Shay Given terkejut atas kepindahan Aubameyang ke Barcelona dengan status bebas transfer. Namun, sebaliknya, Aubameyang justru santai menanggapi pertanyaan soal kepindahannya ke Blaugrana. Ia malah secara terbuka menyatakan bersedia pindah ke Barcelona, berapa pun klub Catalan itu sanggup membayarnya. Hengkangnya Auba ke Barcelona memang sempat memanas. Apalagi sebelum resmi, Auba sempat terbang ke Spanyol untuk kemudian kembali lagi karena kesepakatan gagal tercapai.

Aubameyang story

Akan tetapi, angin tampaknya terlanjur membawa Aubameyang ke Camp Nou. Penyerang Timnas Gabon itu pun akhirnya diresmikan sebagai pemain Blaugrana sehari setelah bursa transfer musim dingin ditutup. Kehilangan Aubameyang tentu merugikan Arsenal. Karena praktis ujung tombak The Gunners hanya tersisa Eddie Nketiah dan Lacazette. Namun bukan itu saja masalahnya.

Aubameyang sempat digadang-gadang sebagai legenda Arsenal. Ia bahkan pernah ingin menciptakan legacy, dan fans The Gunners mendukung keinginannya itu. Ia dianggap pantas untuk meneruskan kiprah luar biasa seorang Thierry Henry. Aubameyang pun diyakini akan pensiun di Arsenal setelah memperpanjang kontraknya musim lalu.

Apalah hendak dikata, setelah 16 bulan sejak penandatanganan kontrak baru, Aubameyang menghampiri pintu keluar Emirates Stadium.

Ia seperti kehilangan tempatnya di Pasukan Gudang Senjata. Hubungannya dengan Arsenal bahkan Arteta sudah memburuk. Arteta tidak lagi sepenuhnya menaruh hormat pada sang pemain. Aubameyang dinilai gagal menunjukkan komitmen dan semangatnya di Arsenal. Pria 32 tahun itu telah melakukan tindakan indisipliner.

Aubameyang lalai terhadap tugasnya sebagai pemain. Ia telah didenda karena tak menjalani tes Covid-19 jelang laga Europa League. Saat menjalani karantina, Aubameyang juga harus bertanggung jawab lantaran saat itu malah dimanfaatkan untuk mentato bagian tubuhnya. Auba juga terlambat kembali dari luar negeri, lantaran mengunjungi ibunya yang sakit. Ia harus mendapatkan hukuman karena hal itu.

Baca Juga  Sir Abramovich Beli 6 Pemain Termahal

Arteta juga sudah mencopot ban kapten dari lengan Aubameyang. Sebelum pergi dari Arsenal, Arteta bahkan sudah tidak memasukkan Aubameyang ke skuadnya. Aubameyang pernah absen tidak membela Arsenal pada tahun 2021 lalu. Ia melewatkan banyak laga. Bukan karena Auba ogah turun lantaran sudah tahu, kalau paling-paling Arsenal gagal menang lagi.

Akan tetapi, Auba terpaksa absen saat itu karena sakit malaria. Namun, bukan malaria saja yang menggerogoti tubuh Aubameyang. Dua kali sudah ia terpapar Covid-19. Pada Piala Afrika kemarin, Timnas Gabon juga mesti memulangkan Aubameyang karena sang pemain kabarnya terkena penyakit jantung.

Penyakit-penyakit tadi, tentu membawa sial bagi Aubameyang.

Sebab, jika saja penyakit-penyakit tadi tak singgah di tubuh Auba, mungkin performanya tidak akan menurun. Aubameyang pun cuma bisa bermain di Arsenal 15 kali di musim ini. Untungnya, ia masih mampu mencetak 7 gol. Namun catatan itu sebelum tahun 2022, dan sebelum muncul kabar hubungannya dengan klub dan Arteta rusak. Meskipun santer kabar kalau hubungan Aubameyang dengan Arteta telah rusak, tapi Arteta sendiri membantah hal itu.

Ia segera cuci tangan sebelum ada yang menudingnya sebagai biang keladi hengkangnya Auba ke Barcelona.

Seperti kabar yang berhembus melalui FourFourTwo, Arteta berdalih kepindahan Auba ke Barcelona sepenuhnya karena kepentingan klub. Apa yang Arteta lakukan selama ini adalah sebagai solusi buat Aubameyang dan klub, bukan sumber masalah. Saya melakukan banyak hal yang salah, pasti. Tapi niatnya sepanjang waktu adalah yang terbaik, dan bukan untuk saya tapi klub, Namun, pernyataan Arteta justru kontradiktif dengan Aubameyang.

Ketika pengenalannya sebagai pemain Barca beberapa waktu lalu, dan ditanya apa yang terjadi di London Utara, Auba justru menyebut Arteta sebagai masalahnya. Dia (Arteta) tidak senang, hanya itu. Saya tidak bisa mengatakan apa-apa lagi, karena itulah yang terjadi. Saya tidak terlalu senang, dan lebih baik dengan cara ini (pindah), Retak atau tidaknya hubungan Arteta dan Auba biar waktu yang menjawab. Yang jelas beberapa pekan sebelum resmi berseragam Barcelona, Auba sudah tidak ada lagi di skuad Arteta.

Baca Juga  Andrea Pirlo Si Jenius dari Juventus

Bagaimanapun menjual Aubameyang secara cuma-cuma ke Blaugrana adalah keputusan berani yang diambil Arsenal. Betul, sekadar berani. Betapapun Arsenal tetaplah rugi karena pemain yang harusnya mendatangkan uang ke klub, justru hanya disumbangkan ke Barcelona.

The Gunners setidaknya kehilangan 56 juta poundsterling yang mereka bayarkan ke Dortmund untuk menebus Aubameyang tahun 2018 lalu. Belum lagi, Auba sudah menandatangani kesepakatan kontrak barunya di Arsenal musim lalu hingga 2023.

Sesuai kesepakatan itu Auba digaji 250 ribu pounds per pekan. Namun kenyataannya sejak kesepakatan itu terjalin, Aubameyang hanya bertahan selama 16 bulan. Itu artinya ia bertahan tak lebih dari 64 pekan di Meriam London. Dan Arsenal sudah menghabiskan 16 juta pounds untuk menggaji Auba selama 16 bulan itu. Orang yang tak ngerti bisnis pun akan melihat itu sebagai kerugian.

Namun, Arsenal cakap mengelak sama seperti fansnya ketika The Gunners sedang bapuk. Penjualan Aubameyang secara gratis konon tujuannya tak lebih untuk proyek Arsenal ke depannya.

Arsenal punya hasrat untuk membeli pemain di musim panas nanti, persis seperti anak SD yang pengin beli Tamiya. Maka dari itu, Arsenal mulai menabung dan berhemat dari sekarang. Mempertahankan Aubameyang yang gajinya mahal itu jelas hanya mempersulit Arsenal untuk menjalankan pola hidup hemat dan gemar menabung.

Alih-alih menabung, keberadaan Aubameyang bisa jadi memaksa Arsenal untuk terus-terusan mencongkel celengannya. Dengan melepas Aubameyang, Arsenal menghemat gaji sekitar 20 juta pounds. Pengiritan itu rasanya cukup untuk menjaga fleksibilitas keuangan The Gunners demi menyongsong musim panas nanti. Arsenal pelan-pelan akan membuktikan bahwa adagium hemat pangkal kaya bukan omong kosong di pelajaran Bahasa Indonesia belaka. Salah satunya adalah dengan merampingkan skuad.

Baca Juga  Debut Sang El Ilusionista Andres Iniesta

Setelah nama-nama macam Alvaro Morata, Dusan Vlahovic, Arthur Melo, sampai Douglas Luiz mlostrok dari genggaman, Arsenal justru melepas tak sedikit pemain. Praktis, sejauh ini Meriam London hanya memiliki 18 outfield players. Apakah itu masalah bagi Arsenal? Tentu saja tidak. Arsenal tidak pernah punya masalah, kecuali tak lagi meraih gelar Premier League sejak 2004 dan belum pernah menyenangkan penggemarnya dengan menenteng trofi Liga Champions Eropa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *