FILIPPO INZAGHI HD

Debut FILIPPO INZAGHI SI RAJA OFFSIDE

Ada begitu banyak penyerang top yang punya nama besar di sepak bola dunia. Namun, ada sosok yang begitu ikonik dan sulit dicari padanannya. Striker yang akan selalu dikenang. Penyerang tersebut adalah Filippo Inzaghi. Jika disejajarkan dengan para penyerang hebat digenerasinya yang memiliki tendangan geledek seperti Batistuta, maestro dribble Ronaldinho, pelari cepat Thierry Henry dan tukang sundul maut Didier Drogba, Filippo Inzaghi seolah hanya striker tanpa kemampuan mumpuni.

FILIPPO INZAGHI HD

Tendangan atau sundulan kepalanya biasa saja, menggiring bola… apalagi lari bisa dikatakan dia salah satu striker yang malas. Sampai disini setuju ?

Ada satu keunggulan Inzaghi yang hampir tidak dimiliki oleh seluruh striker top di dunia. Apa itu? Yakni Keahlian meloloskan diri dari kenyataan. salah salah salah Yakni Keahlian meloloskan diri dari jebakan off side hingga berbuah gol yang sangat unik. Bisa disebut ini adalah sebuah kemampuan istimewa Filippo Inzaghi berpadu dengan naluri gol dan cerdiknya mencari ruang di dalam kotak penalti.

Inzaghi tidak punya kecepatan dan dribble atau kemampuan istimewa dalam duel satu lawan satu.

Tapi, dia punya banyak trik untuk mencetak gol. Begitu banyak frasa menarik tentang Inzaghi. Paling populer mungkin milik manajer legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson. “Anak itu pasti dilahirkan dalam posisi offside” kata Sir Alex.

Dia begitu menyenangkan untuk disaksikan, seorang striker yang membuat para pemain bertahan gemetar. Dia adalah seorang legenda.” begitulah Fergi melanjutkan. Walau sempat memberi sindiran, Sir Alex juga pernah memberi pujian pada kiprah Inzaghi. Yakni pada 2010, dia mengaku sangat senang melihat aksinya, ketika Inzaghi membobol gawang Real Madrid.

Ada lagi ungkapan Vikash Dhorasoo, mantan rekan setim Inzaghi. “Dia model pemain yang bisa mendapatkan assist dari tiang gawang.” Menurut Jaap Stam, Inzaghi seorang diving. Jamie Carragher, mantan bek Liverpool menyebutnya sebagai penyerang yang paling sulit dijaga, sementara Roberto Carlos, yang kerap menghadapinya ketika berbaju Inter Milan menyebutnya sebagai seorang pemain yang mampu memberi solusi di tengah kebuntuan timnya.

Baca Juga  Fakta Unik Nasib Safee Sali Sekarang Setelah Kena Karma

Dari sekian banyaknya komentar, tidak ada yang memuji kualitas teknik yang dimiliki Inzaghi sebagai penyerang.

Tapi, yang paling menarik adalah komentar Johan Cruyff yang mengatakan “Dia tidak bisa bermain bola. Dia hanya selalu ada pada posisi yang tepat.” Begitulah komentarnya, Inzaghi dinilai hanya pemain beruntung. Untuk hal ini sepertinya banyak yang setuju. Sebelum kita masuk ke titik sukses Inzaghi, kita akan mundur jauh ke waktu pertama Inzaghi memulai karirnya.

Filippo Inzaghi lahir pada 9 Agustus 1973, di Piacenza, Italia. Inzaghi memulai karir ditempat kelahirannya Piacenza. Pada 1991 dia mendapat kesempatan untuk bermain di sepak bola profesional. Pada titik ini, performa Inzaghi tidak langsung menanjak dan sempat dipinjamkan ke Verona pada 1994. Kemudian dijual ke Parma dengan harga 52 miliar rupiah pada musim berikutnya.

Bersama Parma, dia terbilang gagal karena tidak mampu bermain impresif. Dirasa pembelian gagal, akhirnya Filippo Inzaghi di lego ke Atalanta dengan harga yang sangat murah, yakni 1,6 miliar rupiah pada musim 1996. Namun siapa sangka, Atalanta adalah titik kemajuan Inzaghi. Pada musim pertama, dia menjadi pusat perhatian karena mampu meraih gelar top skor Serie A usai mencetak 24 gol pada akhir musim tersebut. Setelah itu, jalan Filippo Inzaghi berjalan mulus.

Kesuksesannya menjadi top skor Serie A, membuat Juventus tertarik dan mendatangkannya pada Juli 1997. Bersama si nyonya tua, Inzaghi semakin menunjukkan tajinya. Berkostum La Vecchia Signora selama 4 musim, dia meraih 89 gol dari 165 pertandingan. Puncaknya adalah ketika dia memutuskan bergabung dengan AC Milan pada Juli 2001 hingga pensiun pada 2012. Bersama I Rosonerri, Super Pippo, bisa dibilang hampir memenangkan segalanya, mulai dari trophy Serie A hingga Liga champions.

Baca Juga  Debut Oliver Kahn Sang Tembok Besar Bayern Munchen

Ditopang oleh para gelandang terbaik dimasanya, seperti Ricardo Kaka, Clarence Seedorf, Gattuso, dan Andrea Pirlo dalam 11 musim bersama Milan, dia mampu menjadi predator mematikan meskipun dengan skill yang sangat sangat biasa. Inzaghi mampu mencetak 126 gol dan 34 asisst dari 300 laganya bersama Milan.

Pada level timnas pun Inzaghi menjadi salah satu pemain penting dalam sejarah timnas Italia. Filippo Inzaghi adalah pemain yang sering offside dalam sejarah sepak bola dunia, tidak heran jika dia dijuluki si raja offside. Striker seperti Inzaghi memang unik.

Hampir sepanjang 90 menit, dia seperti tidak melakukan apa-apa. Tetapi pada satu waktu ketika naluri golnya datang, lawan dibuat terpana. Dia adalah pakar dalam melewati jebakan offside. Barangkali 12 kali terjebak offside, tetapi satu kali lolos, dia langsung mencetak gol. Pippo, begitu panggilannya, tipikal pemain yang selalu antusias di lapangan.

Setiap kali terjebak offside, ekspresinya akan tampak seperti orang kehilangan cincin kawin. Dia akan merayakan gol dengan emosional, tidak peduli model gol seperti apa yang dia ciptakan. Banyak yang menyebut jika Inzaghi bisa saja melewatkan pertandingan tanpa mencetak gol.

Namun dia tidak bisa melewatkan pertandingan tanpa terjebak offside. Inzaghi mencetak banyak gol penting dalam karirnya.

Dia juga sering mencetak gol lewat cara yang unik. Mencetak gol sambil terjatuh atau mencetak gol dengan tendangan yang teknik dan sudutnya bisa di bilang aneh yang tidak jarang membuat penonton geregetan karenanya. Bukan hanya terkenal dengan kemampuan meloloskan diri dari offside, Dia juga salah satu striker yang senantiasa dihinggapi dewi fortuna dengan segala keberuntungannya. Seperti satu momen yang akan selalu diingat, momen ajaib, yakni gol keberuntungan Inzaghi yang sangat dikenang publik yaitu gol ke gawang Liverpool di final Liga Champions 2007. Bukan lewat skill kelas dewa layaknya Ricardo Kaka, tetapi lewat keberuntungan dan penempatan posisi.

Baca Juga  Sir Abramovich Beli 6 Pemain Termahal

Inzaghi mencetak gol dengan punggungnya. (Punggungnya saja bisa cetak gol) Gol tersebut bermula dari tendangan bebas yang dieksekusi Andrea Pirlo. Insting tajam membawa Inzaghi bergerak menjauh dari pagar betis. Bola yang dilepas Pirlo kemudian mengenai punggungnya dan membuat Pepe Reina terkecoh. Pirlo melakukan selebrasi, begitu pun Filippo Inzaghi.

Namun, gol tersebut resmi menjadi milik Inzaghi dan akan selalu dikenang sebagai momen ajaib dari Super Pippo. Selain itu, dia juga mencetak gol penentu kemenangan Milan, dengan gol yang jika dilihat, kita mungkin akan merasa kesal, karena dengan tendangan pelan itu bola memasuki gawang. Seperti niat tidak niat mencetak gol. Dari koleksi trofi, Inzaghi boleh berbangga diri. Dia memenangkan Serie A 3 kali, Coppa Italia 1 kali, Liga Champions 2 kali bersama Milan, Piala Super Eropa 2 kali dan Piala Dunia Antar klub 1 kali.

Bersama Timnas Italia, dia ikut mengantarkan Gli Azzurri menjuarai Piala Dunia 2006. Di liga champions, Inzaghi menjadi pemain Italia tersubur dalam sejarah dengan mencetak 46 gol dikompetisi Eropa terakbar itu. Dia mengalahkan Alessandro Del Piero yang hanya mencetak 42 gol. Apapun kata orang, harus kita akui, Pilippo Inzaghi adalah mesin gol. Sepanjang karirnya, dia telah mencetak 288 gol, sebuah pencapaian yang bisa dibilang subur untuk seorang striker.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *