fbpx
Inditex Company

6 Model Bisnis Inditex Yang Harus Kamu Ketahui

Inditex merupakan salah satu fashion retailer terbesar di dunia yang menaungi beberapa brand ternama seperti zara, Massimo dutti, pull and bear, Bershka, dan sebagainya. Tentunya dengan memiliki brand-brand besar mereka juga perlu memiliki model bisnis yang harus kuat agar sustain dalam jangka panjang.

Dimulai dengan berdirinya di tahun 1963 di spanyol, saat ini total store yang dimiliki oleh Inditex telah lebih dari 7000 Unit di berbagai negara. Perjalanan yang panjang tersebut memang menjadi salah satu bukti bawah dengan model bisnis yang kuat, tentu sebuah perusahaan pun dapat bertahan lama bahkan di era modern sekalipun.

Berikut beberapa jenis model bisnis Inditex yang berhasil membawa brand-brand besar menjadi favorit para pelanggan:

Customers

Customer Inditex - Model Bisnis

Customer satisfaction dan experience merupakan pusat dari bisnis model yang di terapkan Inditex. Dalam hal ini, mereka ingin menciptakan baju yang diinginkan dan disukai oleh pelanggan, ditambah dengan pengalaman yang baik seperti dekorasi store.

Inditex mengutamakan hal-hal seperti customer feedback, kebutuhan pelanggan, dan produksi pakaian secara cepat. Beberapa hal tersebut sudah diimplementasikan oleh Inditex dengan cara memperbaharui toko offline dan online setiap dua minggu sekali. Tentunya keuntungan dari perkembangan ini adalah untuk mengikuti trend yang berubah dengan cepat setiap tahunnya, dan mereka pun tidak ingin kalah dengan saingan mereka yang lainnya.

Dengan berkembangnya jaman, perkembangan teknologi pun turut menjadi bagian dalam memenuhi kepuasan pelanggan. Dalam hal ini Inditex menggunakan teknologi RFID, dimana para staf bisa membantu pelanggan untuk menemukan secara online, maupun berdasarkan stok secara real time dan toko terdekat yang bisa dikunjungi.

Tidak hanya itu Inditex saat ini telah mencoba perkembangan teknologi dalam beberapa hal:

Customer Focused
  1. Integrated Stock Management Sytem: Hal ini memungkinkan pelanggan yang membeli secara online untuk mengetahui jumlah stok yang ada di toko dan yang ada digudang penjual.
  2. Same day dan next day delivery system: di beberapa kota besar seperti Madrid, London, Paris, New York, Sydney, Instabul, dsb. Bisa menikmati sistem pengiriman secara cepat yang dihadirkan oleh Inditex.
  3. Automated Order Delivery Point: Sistem ini sedang di coba oleh Zara di berbagai negara seperti belanda, spanyol, inggris, Italy, dan Portugal. Sistem ini memungkinkan mereka untuk mengambil pesanan mereka secara langsung ke toko yang sebelumnya telah dibeli secara online.

Stores

Store Inditex - Model Bisnis

Bagi Inditex, toko baik online maupun online merupakan salah satu ‘jembatan’ yang menghubungkan antara pelanggan dan mereka.

“Our stores are where our relationship with customers is forged”

Bila diperhatikan, banyak dari toko mereka diberbagai negara dibangun atau terletak di Kawasan elit ataupun commercial. Investasi bangunan mereka pun juga dibangun pada eksterior dan interior yang memang dirancang menyesuaikan dengan masing-masing brand. Secara layout dan tampilan pun akan selalu diperbaharui di setiap negara agar menawarkan customer experience yang sangat baik.

Beberapa poin penting terkait store experience dari Inditex ini sendiri adalah:

  1. Setiap staff diberikan training terlepas dari posisi mereka, dengan tujuan untuk customer merasa nyaman ketika berada dalam toko
  2. 9 dari 10 pegawai berada di dalam toko, hal ini bertujuan untuk lebih mudah menjangkau pelanggan yang memang merasa perlu bantuan ketika memilih pakaian.

Tentunya Inditex juga telah mendukung sustainability dalam penerapannya:

  • 92% Sudah mendukung eco-stores
  • Dengan menggunakan 20% less energy usage
  • 40% less water dibandingkan toko konvensional
  • Toko yang dibangun sebelum 2007, dibangun ulang demi mendukung go green building.

Design

Inditex Desginers

Inditex mentargetkan bahwa pelanggan akan menerima jenis pakaian yang baru setidaknya dua minggu sekali. Untuk memenuhi perkembangan yang sangat cepat tersebut maka terdapat pula tim design yang sangat hebat. Hingga kini mereka telah memiliki lebih dari 700 designer handal yang mampu mengubah trend pasar menjadi barang jadi di dalam toko.

Menurut Inditex sendiri mereka mampu membuat rancangan awal hingga barang tersebut berada di dalam toko hanya dalam tiga minggu saja. Designer-designer tersebut tersebar di berbagai brand yang memang dikhususkan untuk style-style tertentu. Target tersebut memang sangat tinggi, namun itu juga menjelaskan mengapa mereka masih menjadi yang terdepan dalam fashion retail

Dalam targetnya di tahun 2023, Inditex mengatakan bahwa mereka tidak akan membuang material-material yang tidak digunakan lagi melainkan akan menggunakan renewable material. Hal ini bertujuan untuk memberikan dampak yang positif terhadap lingkungan.

“We will not send anything to landfills in 2023”

Ujar mereka, dan hal tersebut akan diterapkan baik pada level headquarter, toko, logistic, maupun pabrik tekstil mereka sendiri.

Sourcing

Sourcing Partners

Saat ini Inditex telah bekerjasama dengan berbagai suppliers di 44 market di berbagai negara. Walaupun terletak secara beragam, dalam proses pembuatannya pun masih mengkuti standard yang telah di tetapkan oleh Inditex, yaitu environmental friendly. Sebagai contoh, dalam pembuatan kain katun, mereka memastikan bahwa bahan yang digunakan akan bisa digunakan ulang bila tidak dibutuhkan.

Untuk quality control, Inditex mempunyai code of conduct atau peraturan yang sama sejak 2001 untuk memastikan kualitas yang didapatkan oleh konsumen di berbagai negara itu sama. Hal ini didukung dengan adanya para professional yang terus memberikan training kepada para supplier agar tetap familiar dan bisa memenuhi keinginan pelanggan.

Inditex pun memiliki tahap audit untuk menyaring supplier berkualitas untuk mereka lakukan Kerjasama manufaktur. Beberapa audit yang dilakukan adalah:

  • Pre-assement audit: Sebelum supplier diberikan sertifikat kelayakan, mereka akan dilakukan audit tanpa pemberitahuan sebelumnya. Audit ini dilakukan untuk yang sudah ada maupun yang akan bergabung.
  • Special Audit: Bertujuan untuk mengukur specific issue terkait Kesehatan para pekerja dan keamanan saat bekerja.
  • Social Audit: Bertujuan untuk memberikan tingkat kelayakan para supplier. Rating yang berikan pun dimulai dari grade A hingga CAP (Corrective Action Plan) yang berarti dibawah kelayakan. Untuk sertifikasi sendiri berlangsung biasa nya dua tahun sekali untuk grade A.

Products

Massimo Dutti Products

Dalam pembuatan produk, Inditex mengutamakan bahwa pakaian tersebut aman dan layak digunakan. Mereka pun melakukan produk testing dan quality control bersama beberapa universitas dan laboratorium. Hal ini bertujuan agar dalam pengerjaan nya, proses nya pun aman, seperti pada pengguaan bahan kimia yang boleh digunakan.

Dalam proses testing atau uji coba, mereka pun bekerja sama dengan 28 laboratorium yang didediakasikan untuk penggunaan footwear. Dilakukan tidak hanya untuk produk safety, tetapi bertujuan untuk memastikan bahwa material, pewarna, bahan kimia, hingga alat yang digunakan sudah sesuai standard. Mereka pun bisa melakukan audit terhadap proses tersebut hingga mengklasifikasikan lebih dari 23.000 bahan kimia. Tentunya itu juga merupakan bagian dari environmental friendly untuk produk mereka agar aman digunakan maupun bila di proses ulang.

Logistics

Logistic - Model Bisnis

Salah satu motto Inditex adalah memberikan pelanggan koleksi terbaru dan setiap dua minggu sekali di seluruh dunia. Menurut mereka, bisa mengirimkan logistic ke setiap negara dalam waktu 48 jam atau dua hari bahkan kurang. Terdapat 10 tempat logistic di beberapa kota di Spanyol dan dekat dengan 8 kantor pusat mereka dari berbagai brand.

Di dalam pabrik mereka sendiri mereka menggunakan sistem canggih yang bisa memangkas waktu untuk penyimpanan hingga dua kali lebih cepat. Dan di pusat logistic nya sendiri, selalu rutin dilakukan upgrade seperti penggunaan climate control equipment, penggunaan sepeda atau sepeda listrik untuk penggunaan dalam pabrik, hingga menggunakan renewable energy.

Tidak hanya itu, mereka juga kerja sama dengan suppliers untuk penggunaan material yang bisa digunakan kembali. Seperti penggunaan kotak kardus dan hanger yang bisa digunakan berkali-kali untuk mengurangi sampah pabrik.

Kesimpulan

Sebagai perusahaan yang sangat besar, Inditex terus melakukan pembaharuan baik secara produk maupun technology agar tetap menjadi yang terdepan dalam perusahaan fashion retail. Bisnis model mereka sendiri pun berpusat pada customer yang dimana setiap kategori yang mereka lakukan akan menyongkong penuh pada customer.

Selain itu, mereka juga mengikuti setiap proses secara detail hingga level paling bawah, untuk memastikan setiap Langkah yang dilakukan sudah sesuai standard. Mereka pun juga mengapresiasi karyawan, supplier, dan partner mereka karena mereka juga asset penting dalam mempertahankan brand-brand besar.