fbpx
Amancio Ortega

7 Kerajaan Bisnis Amancio Ortega, Sudah Tahu?

Amancio Ortega adalah orang terkaya di Eropa dan urutan ke-6 orang terkaya di dunia menurut Forbes. Pria 84 tahun tersebut merajai dunia clothing retail dengan berbagai macam brand terkenal yang sudah ada di berbagai belahan dunia. Jumlah kekayaannya pun mencapai $74B atau setara dengan 1.000 Trilliun per Januari 2020. Dia juga pernah memuncaki dan menjabat gelar orang terkaya pada 2017 mengalahkan Bill Gates.

Ortega memegang kendali atas Inditex dengan saham sebesar 60% dan menaungi beberapa brand terkenal seperti zara, pull and bear, dan sebanyak 7500 toko di berbagai negara. Selain bisnis clothing retailer, dia juga memiliki investasi di bidang properti di Madrid, Barcelona, London, New York, Miami, dan Chicago.

Melihat pencapaian yang sangat gila tersebut tentu ada juga kerja keras yang dihasilkan oleh Ortega sendiri hingga mencapai titik saat ini. Seperti yang pernah dikatakan mengenai kerja keras nya:

Amancio Ortega

 

 

“Satu hal yang belum berubah dan terus mendorong saya adalah semangat untuk berinovasi dan kemauan untuk berkembang”

Table of Contents

7 Kerajaan Bisnis Amancio Ortega

Pendapatan utama Ortega berasal dari Inditex yang berpusat di Spanyol. Inditex sendiri merupakan induk perusahaan dari 7 brand terkenal seperti Zara dan Zara Home, Pull and Bear, Massimo Dutti, Bershka, Stradivarius, Oysho, dan Uterque.

Bisnis model yang diterapkan oleh Inditex tergolong unik karena mencakup keseluruhan brand-brand besar didalamnya. Business model mereka terdiri dari flexibility, digital integration, serta sustainability. Tidak hanya itu, mereka menciptakan value untuk setiap produk mereka melaui channel seperti customer, stores, design, sourcing, products, dan logistik. Yuk kita intip 7 lini kerajaan bisnis Amancio Ortega

Zara

Zara Store

Siapa yang tidak kenal dengan brand terkenal zara? Dibangun pada tahun 1975, kini telah memiliki lebih dari 3.000 toko di 96 negara termasuk beberapa kota di Indonesia. Salah satu kunci kesuksesan zara adalah membuat jenis pakaian baru dan disebarkan ke berbagai toko mereka dengan sangat cepat mengalahkan brand-brand lain.

Akan tetapi di 2021 ini, mengutip The Guardian, Zara akan menutup sebayak 1200 toko dan akan beralih ke penjualan online terutama dengan adanya kondisi pandemi saat ini. Secara performa dari Inditex sendiri di 2020 (Perusahaan utama dari Zara), penjualan telah mengalami penurunan sebesar 44% mulai dari 1 februari hingga 30 April. Tetapi sebaliknya, penjualan online telah mengalami kenaikan 50% secara year on year. Mau tak mau mereka pun harus merubah bisnis model mereka di masa pandemi ini.

Pull and Bear

Pull and Bear Store

Pull and bear terkenal dengan brand dengan menyangsa pasar anak-anak muda. Berdiri pada tahun 1991, brand ini juga sudah bisa ditemui di Indonesia dengan harga yang cukup murah. Tema yang diusung oleh pull and bear pun terdengar unik, mereka mengikuti perkembangan teknologi, trend musik, serta komunitas. Sehingga hal tersebut dapat tercerminkan dari penampilan dari design dan barang di toko mereka. Sama halnya dengan Zara, untuk mengikuti perkembangan yang cepat, mereka mengirimkan produk baru setiap dua minggu sekali. Sebagai brand yang cukup besar, mereka pun hadir di Indonesia di kota-kota seperti Jakarta, Medan, Joga, Surabaya, dan Bali.

Pull and bear juga terus melakukan ekspansi di eropa seperti pembukaan toko pertama di Luxemborg, Cannes, dan juga berkolaborasi dengan primavera sound festival.

Massimo Dutti

Massimo Dutti Store

Massimo Dutti terkenal dengan brand premium untuk pria dan wanita, dan mengusung konsep natural elegance. Massimo Dutti sendiri telah berdiri sejak 1985, namun memutuskan bergabung dengan Inditex pada tahun 1991. Awalnya brand ini hanya khusus pria sebelum menjadi brand sekarang. Uniknya pada tahun 2001, Massimo Dutti menjadi brand pertama dalam naungan Inditex yang memperkerjakan orang berkebutuhan khusus sebagai bagian dari pegawai mereka. Kamu bisa temukan Massimo duti di Jakarta dan Surabaya.

Menilik revenue yang dihasilkan di tahun 2019, Massimo dutti merupakan perusahan di urutan keempat dengan revenue terbesar dengan penjualan kotor mencapai 844 juta euro atau sekitar 14 triliyun, atau 4% lebih tinggi disbanding tahun sebelumnya.

Bershka

Bershka Store

Saat ini Bershka memiliki 9 store di Indonesia yang tersebar 7 di Jakarta dan masing-masing di Surabaya dan Bali. Bershka bergabung dengan Inditex di tahun 1998 dengan konsep retail fashion innovatif dimana target utama mereka adalah generasi millennial yang tertarik dengan music, social network, serta teknologi. Saat ini Bershka memiliki tiga lini utama yaitu Bershka, BSK, dan Man dimana mereka menjual pakaian basics, casual, sports, dll. Pada tahun 2019, bershka berhasil mencatatankan laba bersih sebesar 3.3% dibandingkan tahun sebelumnya dengan jumlah 1.08 Milyar Euro.

Stradivarius

Stradivarius Storex

Stradivarius memulai bisnisnya sebagai bisnis keluarga yang menjual pakaian wanita sebelum diakuisi oleh Inditex di tahun 1999. Dalam jangka waktu setahun mereka berhasil menembus pasar international dan dalam satu dekade kemudian mereka juga telah membuka toko ke 500 nya. Konsep Stradivarius adalah kreatifitas anak muda. Mereka terdorong dengan trend terbaru dan membuat fashion pakaian yang bisa digunakan dalam acara apapun untuk pria dan wanita. Saat ini Stradivarius telah tersedia di Jakarta, Surabaya, dan Bali dengan total 13 store. Sama dengan yang lain, Stradivarius juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 2.6% secara year on year.

Oysho

Oysho Store

Mengusung tema feminine, elegance, dan romantic. Oysho dibentuk pada 2001, dan menjual produk khusus wanita seperti lingeri, beachwear, homewear. Bila menilik storenya, maka akan terlihat open space dimana memang konsep nya adalah mediterranean aesthetic yang akan membuat pengunjung merasa nyaman. Bahan pakaian yang dibuat oleh oysho adalah sustainable material, sehingga dapat meminimalkan dapat environmental dan melindungi biodiversity. Oysho sudah ada di Indonesia, dengan 2 store di Jakarta dan masing-masing di Surabaya dan Bali.

Uterque

Uterque Store

Uterque adalah lini bisnis terakhir dan didirikan oleh Inditex. Fokus utama penjualan mereka adalah specialis dalam pembuatan aksesoris, leatherwear, dan clothing. Target market utama mereka adalah wanita dalam hal ini. Store dari Uterque mengusung tema clean and cotemporary space dengan perpaduan abad pertengahan serta pencahayaan yang modern. Mengikuti jejak Massimo duti, pada tahun 2018 Uturque juga memperkerjakan orang dengan disabilitas sebagai bagian dari mereka. Namun sayang nya Uturque belum ada di pasar Indonesia.

Uterque merupakan brand terkecil dibandingkan dengan beberapa brand diatas. Namun, secara pertumbuhan mereka mampi mengalahkan brand-brand ternama. Di paruh pertama 2019, mereka mampu mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 13% secara year on year dibandingkan Massimo dutti yang hanya 4% YoYe

Inditex Dimasa Mendatang

Walaupun memiliki brand-brand terkenal dibawah naungannya, Inditex masih tetap melakukan investasi pada hal lainnya. Dikutip dari Pablo Isla, CEO Inditex:

Pablo Isla Inditex

 

“Saya ingin menegaskan terkait investasi yang kita taruh pada toko dan divisi logistik, dimana investasi tersebut merupakan hal yang krusial pada pembangunan sistem integrasi di perusahaan kita”

Investasi ini mengacu pada RFID teknologi yang mereka gunakan dimana hal ini dapat menghubungkan antar sistem inventory pada toko offline maupun online.

Baca juga artikel yang tak kalah menarik disini